SIGNAL24.ID - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai tancap gas dalam memperkuat sektor perkebunan sawit. Bupati Madina, Saipullah Nasution, melakukan pertemuan strategis dengan Normansyah Hidayat Syahruddin dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta, Selasa (13/4/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tapi membahas langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Madina. Fokus utamanya mencakup optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga dukungan sarana dan prasarana bagi petani.
Bupati Saipullah menegaskan bahwa sektor sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, pihaknya serius menggenjot potensi pendapatan daerah dari sektor ini.
“Kami ingin memastikan penerimaan dari sektor sawit bisa maksimal. Di sisi lain, kualitas SDM petani juga harus meningkat agar produktivitas ikut terdongkrak,” tegas Saipullah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Madina untuk membangun sektor perkebunan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Normansyah menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan usaha perkebunan, khususnya dalam hal pencatatan produksi.
Menurutnya, data produksi yang akurat menjadi kunci utama dalam menghitung besaran DBH yang akan diterima daerah.
“Pengawasan harus diperkuat, terutama dalam pencatatan produksi. Ini krusial untuk memastikan DBH yang diterima daerah benar-benar optimal,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPDP juga mendorong Pemkab Madina untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Perkebunan Sawit Berkelanjutan. Dokumen ini nantinya akan menjadi pijakan penting dalam mengelola industri sawit secara terintegrasi dan ramah lingkungan.
Kabar baik lainnya, BPDP membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk dalam program peningkatan kapasitas SDM dan bantuan sarana prasarana untuk petani sawit.
Bahkan, kesempatan emas juga disiapkan bagi generasi muda Madina. BPDP menawarkan program beasiswa pendidikan sarjana khusus bagi anak petani, pekerja, hingga anggota koperasi sawit.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama, termasuk beasiswa bagi anak-anak petani sawit agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ungkap Normansyah.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga menciptakan regenerasi petani sawit yang lebih profesional dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Saipullah turut didampingi sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Madina, di antaranya Pj Sekda Afrizal Nasution, Kepala Bapenda Ahmad Yasir Lubis, Kepala BPKAD Randuk, serta Kepala Dinas Pendidikan dr. Muhammad Faisal Situmorang.(*)
Artikel Terkait
Perombakan Besar Kejagung! Jaksa Agung Reshuffle 14 Kajati, Sumut Punya Pimpinan Baru
Gerak Cepat Satresnarkoba Palas! Digerebek Tengah Malam di Kebun Sawit, Pria 27 Tahun di Palas Kepergok Edarkan Sabu
Kapolres Padang Lawas Raih Lemkapi Presisi Award! Dedikasi Pemberantasan Narkoba Diganjar Penghargaan Bergengsi
Banjir Tapanuli Tengah Bikin Geger, Bobby Nasution Minta Tanggul Sungai Badiri Dikerjakan Kilat
Dirotasi Jaksa Agung, Ini Jejak Panjang Kajari Padangsidimpuan Dr. Lambok Sidabutar dalam Bongkar Kasus Korupsi