SIGNAL24.ID - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa keberhasilan seorang pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Medan tidak lepas dari peran keluarga, khususnya pasangan yang tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Hal tersebut disampaikan Rico saat menghadiri pelantikan pengurus TP PKK Kota Medan masa bakti 2025–2030, Kamis (16/4/2026). Ia menilai, kekuatan utama kepemimpinan justru berawal dari kondisi rumah tangga yang harmonis.
Menurut Rico, peran Ketua TP PKK bukan sekadar pendamping, melainkan menjadi faktor penting dalam membangun mentalitas dan stabilitas emosional seorang pemimpin. Dukungan dari dalam keluarga diyakini berpengaruh besar terhadap kualitas pengambilan keputusan di lapangan.
“Kesuksesan pimpinan itu sangat dipengaruhi dari rumah. Bukan mencampuri urusan, tapi bagaimana memberi dukungan yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga menyoroti masih adanya pandangan yang meremehkan peran PKK. Ia menegaskan, PKK memiliki kontribusi luas yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga peningkatan kesehatan keluarga.
Ia menekankan bahwa PKK bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, Rico meminta seluruh jajaran TP PKK, baik di tingkat kota maupun kecamatan, untuk lebih aktif turun ke lapangan. Ia mendorong pengurus agar mampu mengidentifikasi persoalan riil masyarakat serta menghadirkan solusi yang konkret.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar aktivitas PKK tidak terjebak pada gaya hidup berlebihan yang justru dapat menjauhkan dari nilai sosial yang ingin dibangun.
“Silakan berkegiatan, tapi jangan menunjukkan kemewahan. PKK harus jadi contoh kesederhanaan,” tegasnya.
Rico turut menyoroti sejumlah isu penting yang perlu menjadi perhatian PKK ke depan, seperti penguatan UMKM, perlindungan perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta peningkatan literasi keluarga.
Ia secara khusus menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital, terutama akibat penggunaan gawai yang berlebihan dan menurunnya minat baca. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Artikel Terkait
Pemeriksaan Senjata Api di Polres Padangsidimpuan, Propam Mabes Polri Pastikan Tak Ada Penyalahgunaan
Polri Perketat Pengawasan Senjata Api, Divpropam Turun Langsung ke Polres Tapanuli Selatan
Hadapi Tekanan Global, Bobby Nasution Siapkan Strategi Ekonomi Sumut Berbasis Investasi dan UMKM
Sengketa Lahan Berujung Relokasi, Pemprov Sumut Siapkan Sekolah Baru untuk SMAN 5 Pematangsiantar
Didemo Massa, Kejati Sumut Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Tetap Berjalan Sesuai Hukum