SIGNAL24.ID - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meluapkan kemarahannya saat meninjau langsung kondisi penanganan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (3/4/2026).
Kemarahan tersebut dipicu lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana yang terjadi sejak November 2025 lalu. Di lokasi terdampak paling parah, yakni Hutanabolon, Bobby menilai upaya penanggulangan masih jauh dari kata maksimal.
Dalam kunjungan itu, Bobby secara langsung menegur Camat Tukka, Munzir Hutagalung, yang dinilai tidak mampu memberikan penjelasan yang memuaskan terkait kondisi di lapangan. Teguran tersebut bahkan berlangsung di hadapan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.
Meski hujan deras mengguyur lokasi, suasana tetap memanas. Bobby dengan nada tinggi menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera bergerak cepat.
“Kami sudah berkali-kali datang ke sini. Ini harus jalan. Kalau tidak, anggaran tidak akan kami berikan,” tegas Bobby.
Hingga saat ini, kawasan Hutanabolon masih kerap dilanda banjir setiap kali hujan turun, meskipun hanya dalam durasi singkat. Kondisi ini memicu keluhan warga yang merasa penanganan pemerintah belum memberikan solusi nyata.
Bobby juga menyoroti besarnya dukungan dari pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, anggaran yang telah digelontorkan mencapai angka signifikan, namun belum diimbangi dengan kinerja optimal di tingkat daerah.
Ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat sudah semakin meluas, bahkan tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga ke pemerintah pusat.
“Masyarakat sudah banyak yang mengeluh. Bantuan besar sudah diperjuangkan, tapi pelaksanaannya tidak maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby turut membandingkan penanganan bencana di Tapanuli Tengah dengan daerah tetangganya, yakni Tapanuli Selatan. Ia menilai daerah tersebut menunjukkan progres penanganan yang lebih baik, meskipun juga terdampak cukup parah.
“Lihat Tapanuli Selatan. Jangan merasa paling bekerja kalau hasilnya seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Masinton Pasaribu terlihat lebih banyak diam selama insiden tersebut berlangsung. Ia tidak memberikan tanggapan langsung di lokasi terkait teguran keras dari Gubernur Sumatera Utara tersebut.
Kunjungan ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya percepatan penanganan pascabencana demi menghindari dampak lanjutan yang merugikan masyarakat.(*)
Artikel Terkait
Djarum Siap Bangun Kantor dan Gudang di Padangsidimpuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe: Ini Momentum Emas Ekonomi Daerah
HUT ke-78 Sumut: Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Hadiri Paripurna, Bobby Nasution Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan
Pemkab Madina Gaspol Benahi Listrik! Gardu Induk Natal Dikebut, Warga Pantai Barat Segera Nikmati Pasokan Stabil
Bupati Saipullah Nasution Bawa Todung Mulya Lubis Temui Menteri KKP, Koperasi Nelayan Madina Makin Dekat
Tragis! Kebakaran Rumah di Tanjung Marulak Tewaskan Bocah 4 Tahun, Diduga Korsleting Listrik