SIGNAL24.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat upaya pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir November 2025. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turun langsung ke Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan sesuai rencana.
Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan adalah percepatan pembangunan tanggul Sungai Badiri di Kecamatan Badiri, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir besar.
Dalam kunjungannya, Bobby menegaskan bahwa proyek tersebut harus segera diselesaikan tanpa penundaan, mengingat anggaran sudah tersedia dan kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat.
“Saya minta secepatnya dibangun tanggul ini. Jangan lama-lama, segera kerjakan pemantapan tanggul sungai,” tegas Bobby di lokasi peninjauan, Senin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama pihak terkait terus memantau langsung progres pembangunan, termasuk mengidentifikasi kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan, terutama karena intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
Bobby juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor agar pekerjaan tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun teknis. Menurutnya, kejadian banjir sebelumnya yang merusak struktur tanggul menjadi pelajaran penting dalam proses pembangunan kali ini.
“Kami hadir untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan mengatasi kendala yang ada di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Bobby juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar. Ia menekankan bahwa partisipasi warga sangat penting, terutama bagi akses alat berat dan pekerja di lokasi proyek.
Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah meminta adanya penyesuaian aliran Sungai Badiri sementara waktu agar pembangunan tanggul dapat dilakukan lebih efektif dan aman.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau pembangunan jembatan bailey yang dikerjakan oleh pihak TNI. Material besi untuk konstruksi jembatan tersebut sudah mulai disiapkan guna mempercepat pemulihan akses transportasi warga.
Pemerintah berharap pembangunan tanggul dan jembatan dapat berjalan beriringan, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas menuju area pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
Namun, Bobby juga memberikan imbauan tegas terkait pemukiman di sekitar bantaran sungai. Ia menegaskan bahwa wilayah yang masuk zona merah tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat tinggal demi keselamatan warga.
“Kalau untuk aktivitas silakan, tapi untuk hunian di zona merah tidak boleh. Kita akan bantu relokasi dan penyediaan lahan untuk rumah warga yang terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, warga Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, Darmi Sihombing (45), mengaku masih khawatir dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi kembali meningkatkan debit Sungai Badiri dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Ratusan Kasus Terungkap, Wali Kota Medan Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba dan Judi
Digerebek Tengah Malam! 4 Pria Diamankan Saat Transaksi Sabu di Warung Kopi Palas
Perombakan Besar Kejagung! Jaksa Agung Reshuffle 14 Kajati, Sumut Punya Pimpinan Baru
Gerak Cepat Satresnarkoba Palas! Digerebek Tengah Malam di Kebun Sawit, Pria 27 Tahun di Palas Kepergok Edarkan Sabu
Kapolres Padang Lawas Raih Lemkapi Presisi Award! Dedikasi Pemberantasan Narkoba Diganjar Penghargaan Bergengsi