Baca Juga: Bocoran iOS 27: Fitur Apple Intelligence Ini Siap Bikin iPhone Makin Cerdas dan Praktis
Dengan luas lahan mencapai 710 hektare, sistem yang digunakan adalah close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas dan pupuk, serta air didaur ulang untuk efisiensi operasional.
Tak berhenti di situ, fasilitas lengkap seperti pabrik pakan, pengolahan susu, hingga perkebunan jagung juga akan dibangun untuk menunjang kebutuhan ternak secara mandiri.
Secara ekonomi, dampaknya juga sangat besar. Sekitar 5.000 petani akan dilibatkan untuk penyediaan pakan, serta 8.000 peternak lokal akan diberdayakan dalam pengembangan sapi.
“Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi yang melibatkan masyarakat luas,” ujar perwakilan perusahaan.
Proyek ini dijadwalkan mulai tahap awal pembangunan pada pertengahan 2026, dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2027.
Produksi susu perdana direncanakan dimulai pada Desember 2027.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut hangat proyek tersebut.
Ia menilai investasi ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat ekonomi daerah ke level nasional.
Jika terealisasi, mega farm ini tak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi langkah besar Indonesia menuju kemandirian pangan, khususnya di sektor susu. (*)
Artikel Terkait
Polri Rekrut Lulusan Pertanian dan Peternakan untuk Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
2953 Pendaftar Bergabung dalam Rekrutmen Bintara Bakomsus Polri di Bidang Pertanian, Peternakan, hingga Keseha
Jelang Ramadhan 1447 H, 25 Sapi dari Gus Irawan Pasaribu Disalurkan untuk Warga Terdampak Banjir Tapsel
Viral Dua Slice Tipis Daging Sapi Jadi Menu di MBG Karawang, Warganet: Itu Dendeng yang Dijual di Toko Frozen Food
Jelang Idulfitri, Bobby Nasution Salurkan Bantuan Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng