SIGNAL24.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian diplomasi internasionalnya dengan bertolak ke Prancis dan melakukan pertemuan penting dengan Presiden Emmanuel Macron.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Istana Élysée, Selasa (15/4/2026), dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Macron membahas berbagai sektor kerja sama prioritas yang dinilai memiliki dampak besar bagi kedua negara.
Fokus utama pembahasan meliputi:
-
Penguatan industri pertahanan dan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista)
-
Transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan
-
Infrastruktur dan transportasi modern
-
Pendidikan dan peningkatan kualitas SDM
-
Pengembangan sektor ekonomi kreatif
Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Prancis Jadi Mitra Kunci Indonesia di Eropa
Pemerintah Indonesia menilai Prancis sebagai salah satu mitra strategis utama di kawasan Eropa. Hubungan kedua negara dinilai semakin penting di tengah dinamika global yang terus berubah.
Kerja sama yang dijalin diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, memperkuat transfer teknologi, hingga memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di Eropa.
Kunjungan ke Paris ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi aktif yang dilakukan Prabowo di kawasan Eropa. Sebelumnya, ia lebih dulu menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Artikel Terkait
Denda Rp500 Miliar dan Isu Tambang Ilegal, Pertemuan Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos dengan Satgas PKH Disorot Tajam
Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Video Ceramah Mati Syahid Picu Polemik Nasional
Mendagri Tito Karnavian Soroti Pilkada Langsung: Biaya Mahal Picu Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Panas! Diserang Cover 'Nyeleneh' dan Isu Merger dengan Partai Gerindra Bikin NasDem Geruduk Majalah Tempo
Selat Hormuz Ditutup! Pertamina Siap Olah Minyak Rusia, Pastikan Kilang Siap Produksi