Palung Cotabato (M 8,3)
Filipina Selatan (M 8,2)
Filipina Tengah (M 8,1).
Baca Juga: Ribuan Jemaah Haji Medan Diberangkatkan, Rico Waas Tekankan Kesehatan dan Solidaritas Antarjemaah
Tinggal Menunggu Waktu, Tapi Bukan Ramalan
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada dua zona yang saat ini berada dalam kondisi “seismic gap”, yaitu:
Selat Sunda (terakhir gempa besar tahun 1757)
Mentawai–Siberut (terakhir tahun 1797)
Istilah “tinggal menunggu waktu” sering disalahartikan sebagai prediksi gempa dalam waktu dekat.
Padahal, menurut BMKG, ini adalah istilah ilmiah yang berarti wilayah tersebut menyimpan energi besar karena lama tidak mengalami gempa.
Dengan kata lain, ini adalah peringatan berbasis data, bukan ramalan bencana.
Waspada, Bukan Panik
BMKG menegaskan bahwa informasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, bukan menimbulkan ketakutan.
Sebagai negara rawan gempa, langkah terbaik adalah memahami risiko, memperkuat mitigasi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk.
Ancaman gempa besar memang nyata, tapi bukan untuk ditakuti, melainkan untuk diantisipasi. (*)
Artikel Terkait
Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan Bali, BBMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG Catat Gempa Dangkal di Laut Sumba Barat Daya, Warga Diminta Tetap Waspada
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Merangin, Getaran Terasa Hingga Bengkulu
Gempa M2,6 Guncang Mandailing Natal, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Angkola
Pasca Gempa Maluku Utara, BMKG Perkuat Layanan di Manado dan Ternate