SIGNAL24.ID - Harga minyak dunia tiba-tiba turun tajam hingga lebih dari 10 persen pada Jumat, 17 April 2026.
Penurunan drastis ini terjadi setelah jalur vital energi global, Selat Hormuz, kembali dibuka untuk pelayaran komersial.
Kabar dibukanya jalur strategis tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar soal terganggunya pasokan minyak global.
Baca Juga: Bahaya Isi Daya di USB Publik, Waspada Juice Jacking yang Bisa Curi Data Ponsel
Sebelumnya, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat membuat harga energi melonjak tajam.
Pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta otoritas Iran menjadi pemicu utama perubahan sentimen pasar.
Keduanya memastikan bahwa kapal-kapal tanker kini bisa kembali melintas dengan aman.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata berlangsung.
Pernyataan ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa distribusi energi global mulai kembali normal, meski sifatnya masih sementara.
Respons pasar pun berlangsung cepat. Harga minyak mentah Brent dilaporkan merosot hingga di bawah 90 dollar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah AS (WTI) juga mengalami penurunan signifikan.
Sebagai informasi, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang diperdagangkan melalui laut setiap hari melewati Selat Hormuz.
Tak heran, ketika jalur ini terganggu, dampaknya langsung terasa ke seluruh dunia.
Sebelumnya, konflik geopolitik yang memanas sejak akhir Februari 2026 sempat membuat akses di jalur tersebut tersendat.
Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak hingga menembus 100 dollar AS per barel, bahkan sempat menyentuh angka sekitar 126 dollar AS di puncaknya.