nasional

Viral! Setelah UI, Kini Dugaan Grup Pelecehan Mahasiswa IPB, Kirim Konten Tak Senonoh hingga Syarat Masuk Disorot

Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB
Kasus dugaan pelecehan di IPB viral di media sosial. Grup mahasiswa disebut berisi percakapan tak senonoh hingga berbagi foto vulgar

 

SIGNAL24.ID - Kasus dugaan pelecehan di lingkungan kampus kembali mencuat ke publik. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan di Universitas Indonesia, kini sorotan mengarah ke Institut Pertanian Bogor.

Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di platform Twitter menjadi viral pada 14 April 2026. Akun anonim @ipb_menfess mengungkap adanya grup mahasiswa yang diduga berisi percakapan bernuansa pelecehan terhadap sesama mahasiswa.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa grup itu tidak hanya berisi candaan yang melecehkan, tetapi juga berbagi konten yang dinilai tidak pantas. Beberapa tangkapan layar memperlihatkan percakapan serta penggunaan stiker yang mengarah pada unsur seksual.

Lebih jauh, seorang anggota grup bahkan diduga mengirimkan foto tak senonoh ke dalam percakapan tersebut. Hal ini langsung memicu kemarahan publik, terutama karena perilaku tersebut dianggap mencederai nilai moral dan etika di lingkungan akademik.

Tak hanya soal isi percakapan, publik juga dibuat geram dengan dugaan adanya “perlindungan” terhadap pelaku. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa oknum tertentu berupaya meredam kasus dengan alasan menjaga nama baik departemen.

Selain itu, terungkap pula adanya syarat tidak biasa untuk bergabung ke dalam grup tersebut. Calon anggota diminta menyebutkan nama perempuan yang dianggap menarik, yang kemudian dijadikan bahan candaan bernuansa seksual di dalam grup.

Praktik ini dinilai sangat merendahkan dan berpotensi menjadi bentuk kekerasan verbal berbasis gender. Bahkan, dalam beberapa pengakuan yang beredar, foto perempuan yang disebutkan itu diduga ikut disebarluaskan tanpa izin.

Kasus ini langsung memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam keras perilaku tersebut dan menilai bahwa lingkungan kampus seharusnya menjadi ruang aman, bukan justru tempat berkembangnya budaya toxic.

Beberapa komentar warganet menyoroti pentingnya pendidikan moral, bukan sekadar kecerdasan akademik. Ada pula yang menyebut bahwa fenomena serupa bukan hal baru dan kerap terjadi, namun sering kali dianggap “normal” di kalangan tertentu.

Di sisi lain, tidak sedikit yang mempertanyakan sistem pengawasan di kampus serta keberanian korban atau saksi untuk melapor.

Kasus ini kembali membuka diskusi lebih luas tentang budaya pergaulan di lingkungan pendidikan tinggi. Kampus yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter dan intelektualitas, justru tercoreng oleh dugaan perilaku tidak etis dari sebagian oknum mahasiswa.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus terkait viralnya kasus tersebut. Namun publik menantikan langkah tegas dan transparan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.(*)

 

Tags

Terkini