SIGNAL24.ID - Dunia maya kembali bergejolak setelah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia, Elon Musk, mengumumkan langkah pribadinya yang berani: membatalkan langganan Netflix.
Keputusan ini, yang diutarakan secara terbuka di platform X (dahulu Twitter), sontak memicu badai perbincangan dan menghidupkan kembali seruan untuk 'Cancel Netflix'.
Alasan Musk bukanlah karena kenaikan harga atau buruknya kualitas film, melainkan tudingan serius bahwa Netflix secara sengaja menyisipkan ideologi gender, khususnya transgender, dalam tayangan yang ditujukan untuk anak-anak.
Akar Kontroversi: Barney Guttman dan Dead End: Paranormal Park
Keputusan kontroversial Musk ini dipicu oleh perbincangan seputar serial animasi Netflix berjudul Dead End: Paranormal Park.
Serial ini menjadi titik panas karena salah satu karakternya, Barney Guttman, digambarkan sebagai seorang transgender yang menemukan kebahagiaan setelah transisi. Bagi sebagian komunitas, representasi ini dianggap sebagai langkah maju yang positif. Namun, bagi Musk dan kelompok konservatif, ini dicap sebagai bentuk propaganda yang berbahaya.
Kontroversi ini meledak setelah akun populer Libs of TikTok membagikan potongan adegan serial tersebut di X. Musk merespons unggahan tersebut dengan komentar tegas: “This is not ok.” Sejak saat itu, seruan boikot pun menyebar dengan cepat.
Polarisasi Warganet: Antara Boikot dan Pembelaan
Seruan untuk #CancelNetflix langsung viral. Ribuan warganet, sebagian besar datang dari kubu konservatif, menuduh platform streaming tersebut melakukan “grooming” (memengaruhi secara halus) anak-anak melalui tayangan yang mempromosikan identitas gender tertentu.
-
“Mereka berusaha menormalisasi propaganda pro-trans. Ini waktunya hentikan Netflix,” tulis salah seorang pengguna X, menyuarakan sentimen banyak orang.
-
Pengguna lain menambahkan, “Anak-anak jadi target utama. Jangan biarkan mereka dicuci otak.”
Namun, gelombang kecaman tak berhenti di satu sisi. Banyak pula warganet yang mengecam tindakan Musk, menilainya hanya mencari sensasi politik dengan memanfaatkan isu sensitif identitas gender. Ada yang menunjuk ironi, bahwa Musk marah soal kartun yang, ironisnya, bahkan sudah dibatalkan penayangannya oleh Netflix sejak lama.
Kontroversi Merembet ke Kreator Serial
Isu ini semakin membesar setelah nama Hamish Steele, kreator di balik Dead End: Paranormal Park, ikut terseret.
Steele diketahui pernah menulis komentar keras di media sosial terhadap aktivis konservatif Charlie Kirk, yang belakangan meninggal dunia. Ucapan Steele tersebut dianggap melecehkan kematian Kirk, memberikan amunisi tambahan bagi kelompok konservatif untuk meningkatkan serangan dan boikot mereka.
Dampak dari kontroversi ini bahkan meluas hingga ke kalangan profesional. Matt Van Swol, mantan ilmuwan dari Departemen Energi AS, secara terbuka mengumumkan pembatalan Netflix-nya. Ia secara spesifik menuding Netflix mempekerjakan orang yang "merayakan kematian tokoh konservatif" sekaligus memproduksi konten pro-trans.
Elon Musk sendiri langsung menguatkan pernyataan tersebut dengan balasan singkat nan padat: “Same.”
Artikel Selanjutnya
Skandal Dana CSR BI-OJK Memanas! KPK Siap Panggil Semua Eks Anggota Komisi XI DPR RI
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Skandal Dana CSR BI-OJK Memanas! KPK Siap Panggil Semua Eks Anggota Komisi XI DPR RI
KPK Panggil Eks Dirut PGN, Kerugian Negara Mencapai Rp247 Miliar
Paus Leo XIV Desak Hamas Terima Proposal Damai Gaza Trump
Geger! Peran Ganda PT Sungai Budi Group dalam Dua Kasus Korupsi Besar yang Dibidik KPK
Presiden Prabowo Tunjukkan Apresiasi Mendalam di Momen Hari Kesaktian Pancasila