nasional

Diserang Isu Penistaan, JK Akhirnya Buka Suara: Ceramah di UGM Cuma Bahas Konflik, Bukan Agama

Sabtu, 18 April 2026 | 21:42 WIB
JK akhirnya angkat bicara soal dirinya yang dituding melakukan penistaan agama saat ceramah di UGM.

SIGNAL24.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya angkat bicara terkait tudingan penistaan agama dalam ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia menegaskan bahwa isi ceramah tersebut sama sekali tidak menyentuh dogma agama, melainkan membahas akar konflik yang pernah terjadi di Indonesia.

Dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu ,18 April 2026), JK menjelaskan bahwa dirinya diundang untuk membicarakan tema perdamaian.

Baca Juga: Update Harga BBM per 18 April 2026, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik Jadi Segini, Ini Alasannya

Ia pun mengurai berbagai penyebab konflik di Tanah Air, mulai dari ideologi, wilayah, ekonomi, hingga agama.

Menurut JK, konflik bernuansa agama seperti di Poso dan Ambon hanya disinggung sangat singkat, sekitar satu hingga dua menit.

Ia menegaskan bahwa penjelasannya tidak dimaksudkan untuk menyinggung umat Islam maupun Kristen.

“Saya tidak bicara soal dogma atau ideologi agama,” tegasnya.

JK juga mengingat kembali perannya saat menjabat sebagai Menko Kesra, di mana ia turun langsung ke wilayah konflik untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.

Bahkan, ia mengaku pernah datang tanpa pengawalan, mempertaruhkan keselamatannya demi perdamaian.

Dalam penjelasannya, JK menyebut bahwa masyarakat saat itu memandang konflik sebagai perang agama.

Oleh karena itu, muncul istilah berbeda seperti mati syahid bagi umat Islam dan martir bagi umat Kristen.

Ia pun meluruskan penggunaan istilah mati syahid dalam ceramahnya di masjid UGM.

Menurutnya, istilah tersebut dipilih karena lebih mudah dipahami oleh jemaah.

“Secara makna, syahid dan martir itu hampir sama, mati karena membela agama. Hanya istilahnya saja yang berbeda,” jelas JK.

Halaman:

Tags

Terkini